Kisah Gaptek Saya Terhadap Facebook

Sedikitnya 10 tahun lamanya Saya sudah memiliki akun Facebook, tepatnya sejak tahun 2008. Facebook merupakan sosial media (sosmed) pertama yang saya gunakan diantara media sosial yang pernah saya miliki.

Namun demikian, saya menggunakannya secara maksimal baru beberapa tahun belakangan ini, dan benar-benar merasakan bisa mendapatkan penghasilan dengan bantuan Facebook tersebut.

Bila Saya harus mengungkapkan, Saya awalnya sebenarnya sangat gaptek. Yap, benar-benar gaptek!
Betapa tidak, memiliki barang handphone (telefon genggam) saja, saya baru punyai setelah tamat kuliah Sarjana, tepatnya ketika sudah punya pekerjaan sebagai dosen tetap sebuah perguruan tinggi. Bisa dibayangkan begitu gapteknya saya waktu itu😁, saya yakin lebih parah gapteknya dari Anda. Apalagi dibandingkan dengan anak zaman now, se usia anak TK pun sudah punya HP dan melek teknologi.

Namun perlahan Saya sadar bahwa perasaan gaptek saya itu sebenarnya hanya ada dalam pikiran Saya. Sampai pada akhirnya dengan ketekunan Saya mulai komitmen dan terus menjalani hingga menemukan polanya.

Dan akhirnya saya sangat bersyukur, kini setidaknya sudah lebih 20.000an item produk baik berupa barang maupun jasa berhasil Saya jual hanya dengan fokus menggunakan FB sebagai media pemasaran utama saya. Dan bisa jadi Anda salah satu pelanggan Saya, hehehe


Aktif di media sosial khususnya dunia perfacebookan juga membuat jejaring pertemanan saya menjadi cepat bertambah serta mengenal banyak orang. Saking banyaknya yang fans atau ingin berteman, akun FB personal saya sudah 3 part (bagian) alias sudah 3 kali saya membuat akun FB. Dan tiap part-nya selalu full alias mencapai batas maksimal 5000 pertemanan, plus (+) sudah belasan ribu pengikut / folowers. Sekarang sudah berjanji pada diri sendiri tidak mau lagi bikin akun FB untuk yang part ke-4 hehehe. Lagian ketetapan pihak Facebook belakangan ini bahwa punya akun FB personal banyak merupakan hal terlarang.



Bukan hanya banyak teman, juga saya menjadi dikenal dan memiliki banyak fans.
Sampai-sampai ada yang bilang bahwa di media sosial FB "aura saya kuat" istilah kerennya, Personal Brand Firman Tel kuat, bak artis katanya  ..ciee 😊. Dan satu lagi yang masih saya ingat persis, yaitu melalui facebook pertama kalinya orang memanggil saya "Prof", walaupun saya tak pernah minta dipanggil begitu,"

Sejujurnya, saya juga bingung.
Herannya, orang-orang diluar sana banyak yang fans dan bilang bahwa personal brand saya cukup kuat.

Namun, kalau misalkan saya renungkan dari apa yang sudah saya lakukan selama ini, mungkin anggapan mereka: benar.

Ya, saya memang selama ini, sejak semakin aktif di dunia media sosial-digital, tidak sedikit dari teman-teman facebook dari berbagai wilayah penjuru tanah air seperti Sulawesi, Sumatra, Jawa, Kalimantan dan wilayah lainnya, mengundang saya sebagai pembicara atau narasumber di event-event acara yang mereka selenggarakan, khususnya terkait topik entrepreneurs digital. Herannya, sekalipun saya tak pernah ketemu langsung secara fisik dengan mereka, namun mereka percaya dan mau mengundang saya di acara mereka.



Intinya dari kisah gaptek saya diatas adalah jangan malu dengan kegaptekan yang kita alami sekarang, tapi malulah kalau terus-terusan gaptek dan gak mau bergerak untuk menggunakan media sosial yang tersedia.

Kuncinya sabar, tekun-konsisten, ikhlas dan jangan menyerah.

Dengan bantuan FB atau medsos yang tersedia lainnya, sungguh saya raasakan menjadi mudah memulai bisnis usaha. Kunci utamanya cukup online saja sambil santai Ng☕️PI.

Dengan online, kita bisa berkantor di mana saja, bahkan bekerja sambil berlibur keliling nusantara, lihat patung Singa di Singapura, atau beli patung Gajah di Thailand misalnya.



Sekian kisah Saya, πŸ™ mudah-mudahan bermanfaat dan menginspirasi. 😊

Jika ada pertanyaan, jangan segan untuk bertanya ke saya dengan membalas di kolom komentar atau inboks melalui akun facebook saya (Firman Tel)
Salam super sukses 🀚 kiranya tak lupa Online🀳 sambil terus Ng☕️PI 😁

You Might Also Like

0 komentar